Pemanfaatan Aplikasi Zoom & Google Meet di Masa Pandemi Covid-19
Nama:
Chaerunnisa
Nim:
1606015083
Pemanfaatan
Aplikasi Zoom & Google Meet di Masa Pandemi Covid-19
Abstrak
Dunia sedang dilanda
pandemi Covid 19 termasuk Indonesia. Seluruh aspek kehidupan terkena dampak pandemi
Covid 19 termasuk aspek pendidikan. Dampak pandemi ini merubah tatanan
pendidikan di Indonesia salah satunya yaitu berubahnya sistem pembelajaran
tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Salah satu jenis pembelajaran jarak
jauh adalah pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan
platform digital apa saja yang sering digunakan dalam pembelajaran daring.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dalam mengumpulkan datanya.
Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari
informasi artikel, buku dan jurnal. Dari platform digital yang dapat mendukung
pembelajaran daring terdapat empat platform digital yang sering digunakan yaitu
whatsapp group, fasilitas google (google classroom, google form, google meet),
dan zoom cloud meeting.
Kata kunci:
Pembelajaran daring.
Pandemi Covid 19,Sekolah Menegah Pertama,Sekolah Menengah Atas
1. Pendahuluan
Penyakit corona virus
telah ditetapkan World Health Organization (WHO) sebagai
kondisi pandemi dengan
tingkat kemampuan penyebaran virus yang masif hingga
keseluruh penduduk dunia
termasuk Indonesia. Berdasakan data penyebaran covid 19
dari laman resmi
pemerintah Indonesia (covid.go.id) per tanggal 2 agustus 2020,
menerangkan bahwa telah
216 negara terinfeksi virus corona dan 680.894 jiwa
meninggal dunia. Di
Indonesia per tanggal 8 agustus 2020 terdapat 320.564 kasus
positif dengan 11.580
orang meninggal dunia. Dari data tersebut menjelaskan bahwa
virus covid 19 ini masih
ada dan sangat berbahaya.
Upaya dalam mengendalikan
dan mencegah penularan virus corona dilakukan
dengan kebijakan
pembatasan interaksi dan kerumunan serta menjaga jarak fisik satu
dengan yang lain.
Kebijakan tersebut berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan,
termasuk diantaranya
proses pembelajaran peserta didik di sekolah. Proses
pembelajaran merupakan
proses pencapaian tujuan pembelajaran yang dilakukan
peserta didik melalui
serangkaian aktivitas dibawah arahan, bimbingan, dan motivasi
guru (Abidin, 2016).
Kebijakan pembatasan interaksi dan kerumuman menyebabkan
guru dan peserta didik
diwajibkan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi
pandemi dan melakukan
proses pembelajaran dengan yang berbeda dari kebiasaan yaitu
dengan sistem tatap muka
secara tidak langsung atau proses pembelajaran daring (dalam
jaringan).
Isman tahun 2017
menjelaskan pembelajaran daring merupakan proses
pembelajaran yang
memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran (Isman,
2017). Pembelajaran
daring memberikan kesempatan peserta didik belajar dengan
keleluasaan waktu belajar
serta dimanapun peserta didik dan guru berada. Peserta didik
dapat berinteraksi dengan
guru menggunakan beberapa aplikasi seperti classroom, video
converence, telepon atau
live chat, zoom maupun melalui whatsapp group. Proses
pembelajaran daring
merupakan pembelajaran yang keberhasilannya akan sangat
dipengaruhi oleh
kemampuan guru menggunakan teknologi dalam menyampaikan
materi pembelajaran. Data
studi literature tentang penyampaian materi secara e-learning
menunjukkan bahwa tidak
semua peserta didik akan sukses dalam pembelajaran online
(Nakayama et al., 2006).
Data hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa hambatan
yang akan mempengaruhi
keberhasilan pembelajaran secara daring meliputi kurangnya
guru dalam berinteraksi,
penyampaian materi yang kurang dapat dipahami oleh peserta
didik, ketidaksiapan
orang tua membimbing anaknya belajar serta kemampuan orang
tua untuk membiayai
pengeluaran yang lebih banyak untuk internet sebagai sarana
belajar daring (Handayani
et al., 2020). Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Mastur et
al., 2002), yang
menyebutkan bahwa guru yang akan sukses dalam menerapkan
pembelajaran daring
adalah guru yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam proses penyampaian
materi kepada peserta didik. Berdasarkan kondisi tersebut,
maka perlu dilakukan
review pustaka terkait pemanfaatan pengetahuan dan teknologi
dalam menyampaikan
materi, khususnya penggunaan platform digital dalam
pembelajaran daring
peserta didik tingkat sekolah dasar di masa pandemi. Penelitian ini
bertujuan untuk
menjelaskan platform digital apa saja yang sering digunakan dalam
pembelajaran daring.
2. Pembahasan
2.1.Pembelajaran di masa
Pandemi Covid 19
Dunia sedang dilanda
pandemi Covid 19 termasuk indonesia. Covid 19 telah
ditetapkan sebagai
pandemi oleh WHO. Covid 19 dikatakan sebagai pandemi karena
virus ini menyebar dengan
sangat cepat sehingga menyebabkan kondisi meningkatnya
jumlah kasus dalam waktu
singkat dengan jangkauan area yang luas hingga ke hampir
Muhamad Hasbi Assidiqi,
Woro Sumarni
300
semua negara di dunia.
Pandemi Covid 19 yang sedang terjadi saat ini, mewajibkan
setiap orang untuk
membatasi segala aktivitas interaksi secara langsung dalam semua
aspek kehidupan termasuk
aspek pendidikan. Pandemi Covid 19 ini menyebabkan
proses pembelajaran tidak
dapat berlangsung seperti konsep ideal dalam sebuah proses
pembelajaran. Belajar
merupakan suatu proses interaksi yang dilakukan antara peserta
didik dengan guru dan
sumber belajarnya pada suatu lingkungan belajar (Abidin, 2016).
Berdasarkan pengertian
tersebut, pembelajaran merupakan sebuah proses mendapatkan
ilmu pengetahuan melalui
kegiatan interaksi antara guru, pesesta didik dan sumber
belajar dalam suatu
lingkungan belajar. Berdasarkan konsep tersebut, suatu
pembelajaran akan
dikatakan berkualitas, apabila terdapat interaksi multiarah di
dalmanya seperti guru
dengan peserta didik, peserta didik dengan guru, antar peserta
didik, peserta didik
dengan sumber belajar dan peserta didik dengan lingkungan belajar.
Konsep ideal pembelajaran
tidak dapat diterapkan. Pembatasan interaksi
menyebabkan pembelajaran
yang dilakukan oleh guru tidak bisa dilakukan secara
langsung dengan peserta
didik sebagaimana yang biasa terjadi di sekolah. Proses
pembelajaran dalam
situasi normal, proses penyampaian materi dilakukan oleh guru
secara langsung kepada
peserta didik dengan media, metode dan model pembelajaran
yang disesuaikan dengan
materi yang akan disampaikan. Dalam masa pandemi,
diperlukan adaptasi baik
oleh guru maupun peserta didik dalam proses pelaksanaan
pembelajaran agar
pembelajaran tetap dapat berlangsung. Pemerintah melalui
kementerian pendidikan
dan kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Surat Edaran
Nomor 4 Tahun 2020
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat
Penyebaran COVID 19.
Proses pembelajaran dalam masa pandemi Covid 19,
dilaksanakan melalui
pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh ini merupakan
bentuk modefikasi proses
pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah namun
dilaksanakan di rumah
agar bisa mengurangi interaksi antara guru dan peserta didik.
Proses pembelajaran ini
bertujuan untuk tetap memberikan pengalaman belajar yang
bermakna bagi peserta
diidk serta difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup
menghadapi mengenai
pandemi Covid-19.
2.2 Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ)
Pembelajaran jarak jauh
merupakan proses pembelajaran dimana peserta didik
dan guru tidak bertemu
secara langsung dalam satu tempat. Kementerian pendidikan
dan kebudayaan melalui
surat edaran nomor 4 tahun 2020, menjelaskan bahwa terdapat
dua jenis pembelajaran
jarak jauh yaitu luring (luar jaringan) dan daring (dalam
jaringan). Pembelajaran
luring merupakan pembelajaran yang tidak menggunakan
jaringan internet maupun
intranet. Sistem pembelajaran luring (luar jaringan) artinya
pembelajaran yang
memanfaatkan bantuan media, seperti radio, meminjamkan buku
pelajaran kepada p untuk
dipelajari, belajar melalui siaran televisi edukasi TVRI.
Pembelajaran daring
merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk
menjangkau kelompok yang
masif dan luas dengan memanfaatkan jaringan internet
(Yanti et al., 2020).
Proses pembelajaran daring memanfaatkan kemajuan teknologi
seperti teknologi
multimedia, video, kelas virtual, teks online animasi, pesan suara,
email, telepon
konferensi, dan video steraming online. Pembelajaran daring dapat
dilakukan secara masif
dengan jumlah peserta yang tidak terbatas, dan dapat dilakukan
secara gratis maupun
berbayar (Bilfaqih & Qomarudin, 2015). Proses pembelajaran
daring dilakukan dengan
dua model yaitu dilakukan dengan satu arah dan dua arah.
Pembelajaran daring satu arah
disini dilakukan ketika guru memberikan tugas atau
Muhamad Hasbi Assidiqi,
Woro Sumarni
301
materi melalui media
daring kemudian peserta didik secara aktif dan mandiri
mempelajari materi dan
mengerjakan tugas yang diberikan. Sedangkan, pembelajaran
daring dua arah dilakukan
ketika guru dan peserta didik berada dalam satu ruang vitual
yang ssengaja disediakan
untuk proses interaksi guru dengan peserta didik. Proses
interaksi ini dapat
berupa penyampaian materi, penjelasan penugasan yang dapat secara
langsung dapat diikuti
oleh peserta didik dan guru.
Keberhasilan proses
pembelajaran daring model satu arah dan dua arah, salah
satunya ditentukan oleh
pemanfaat teknologi penyedia layanan interaksi antara guru dan
peserta didik. Sarana
yang menunjang interaksi tersebut dalam pembelajaran daring
banyak disediakan oleh
platform-platform digital dengan berbagai kelengkapan yang
berbeda sesuai dengan
tujuan interaksi yang ingin dicapai.
2.3 Pemanfaatan Platform
dalam pembelajaran daring
Platform digital
merupakan suatu program yang dapat menunjang dalam
keberhasilan pembelajaran
daring. Terdapat beberapa platform yang dapat digunakan
dalam pelaksaanaan
pembelajaran daring diantaranya yaitu Google Clasroom, Edmodo,
Rumah Belajar, Ruang
Guru, Sekolahmu, Kelas Pintar, Zenius, Google Suite for
Education, Microsoft
Office 365 for Education (Mirzon Daheri, Juliana, Deriwanto,
2020). Selain platform
tersebut, terdapat platform digital lain yang dapat digunakan
selama pembelajaran
antara lain Whatsapp Group (WAG), Google Classroom (GC),
Edmodo, dan Zoom
(Rachmawati et al., 2020).
Data hasil wawancara
dengan 30 responden guru di kabupaten tegal,
menunjukkan bahwa
terdapat tiga platform digital yang sering digunakan adalah
Whatsapp group, Fasilitas
Google (Google Classroom, Google Form, dan Google meet)
dan Zoom Cloud Meeting.
Platform digital yang pertama adalah Whatsapp group. Hal
ini dikarenakan
penggunaan Whatsapp group lebih sederhana dan mudah digunakan.
Guru bisa mengirimkan
berbagai hal seperti materi, soal evaluasi, serta penjelasan
melalui video atau voice
note. Whatsapp group juga mampu memfasilitasi pembelajaran
dua arah melalui layanan video
call. Melalui layanan ini peserta didik dan guru dapat
bertatap muka secara
langsung dalam proses penyampaian materi dan penyampaian
tugas walaupun dengan
batasan jumlah pesera didik. Data menunjukkan keseluruhan
responden menggunakan
whatsapp group dalam melakukan pembelajaran daring.
Selain Whatsapp group,
platform digital yang sering digunakan adalah zoom
cloud meeting. Penggunaan
zoom cloud meeting dalam pembelajaran membuat guru dan
peserta didik seakan
berada di kelas karena dengan aplikasi ini guru dan peserta didik
bisa bertatap muka
melalui layar laptop maupun HP. Penggunakan aplikasi ini sangat
membantu dalam
penyampaian materi, interaksi antara guru dan peserta didik lebin
terjalin. Dari hasil
analisis yang dilakukan peneliti, terdapat 20% yang menggunakan
aplikasi ini. Hal ini
dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki orangtua murid
serta membutuhkan
jaringan yang kuat dalam menggunakannya.
Platform digital yang
banyak digunakan berikutnya adalah Fasilitas Google.
Terdapat tiga fasilitas
google yang dapat dimanfaatkan saat pembelajaran daring yaitu
Google Classroom, Google
Form, dan Google meet. Google Classroom merupakan
aplikasi yang dibuat oleh
google yang bertujuan mempermudah guru dan peserta didik
melaksanakan
pembelajaran. Google Classroom ini membantu guru dengan mudah
mengelola pembelajaran
dan menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada
Muhamad Hasbi Assidiqi,
Woro Sumarni
302
peserta didik (Hakim,
2016). Dalam pembelajaran daring guru dapat memanfaatkan
berbagai macam fitur yang
ada dalam Google Classroom seperti assignments, grading,
communication, time-cost,
archive course, mobile application, dan privacy (Sabran &
Sabara, 2019). Berikutnya
ada google form, Google Form adalah satu diantara beberapa
aplikasi dengan model
tampilan formulir sebagai kertas kerja yang dapat difungsikan
baik perorangan maupun
kelompok. Penggunaan google formulir dalam pembelajaran
daring sangat mudah.
Berdasarkan hasil analisis peneliti, seluruh responden
menggunakan google
formulir dalam pembelajaran daring. Google formulir ini
digunakan sebagai alat
evaluasi pembelajaran. Kemudahan pengguanaan serta penilaian
membuat google form
digunakan. Keunggulan google formulir ini adalah adanya
template yang beragam
guna pembuatan quiz, dapat menggunakan berbagai macam
jenis tes yang dibuat
sesuai dengan keinginan guru, bahkan dapat menambahkan video
dan juga gambar, serta
hasil tanggapan dari peserta didik bisa langsung tersimpan secara
otomatis (Bulan &
Zainiyati, 2020). Hasil data yang di peroleh dari google form
ditampilkan dengan
terperinci dan memudahkan guru dalam melakukan penilaian.
Layanan Google yang
terakhir adalah google meet. Google meet merupakan aplikasi
yang hampir sama dengan
zoom cloud meeting. Perbedaan antara google meet dan zoom
cloud meeting yang paling
tampak adalah tampilan layar pada saat melakukan
pembelajaran. Penggunaan
google meet dan zoom cloud meeting keduanya sama-sama
cocok dalam pembelajaran.
3. Simpulan
Pandemi Covid 19
berdampak ke semua aspek kehidupan termasuk aspek
pendidikan. Kebijakan
pemerintah dalam rangka menurunkan angka penyebaran covid
19 melalui upaya
pembatasan dalam interaksi dan kerumunan sangat berdampak
terhadap proses
pembelajaran. Pendidikan merupakan merupakan hak anak dan dalam
kondisi pandemi, tetap
harus dilaksanakan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan
pencegahan penyebaran
covid 19. Kondisi tersebut menyebabkan guru dan peserta didik
harus menerapkan pola
pembelajaran daring, yang mana pembelajaran dilakukan dalam
satu ruang virtual (guru dan
peserta didik tidak bertemu secara langsung) dengan
memanfaatkan sarana yang
menunjang terjadinya interaksi jarak jauh. Pemanfaatan
sarana pembelajaran
daring dilakukan dengan penggunaan beberapa platform digital
yang secara luas telah
tersedia dengan aneka kelengkapan sesuai dengan tujuan interaksi
yang akan dicapai.
Platform digital yang yang paling sering digunakan dalam
pembelajaran daring SD
meliputi Whatsapp group, Fasilitas Google (Google
Classroom, Google Form,
dan Google meet) dan Zoom Cloud Meeting. 4 aplikasi
menjadi aplikasi. teleconference
On E-Learning.
Daftar Pustaka
Abidin, Y. (2016). Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum
2013.
Refika Aditama.
Bilfaqih, Y., & Qomarudin, M. N. (2015). Esensi Pengembangan
Pembalajaran Daring.
In Deepublish (Vol. 1, Issue 1).
Http://Digilib.Esaunggul.Ac.Id/Public/Ueu-
Muhamad Hasbi Assidiqi, Woro Sumarni
303
Journal-3642-Ari
Pambudi.Pdf%0ahttp://Ejournal.Unikama.Ac.Id/Index.Php/Jst/Article/View/842%
0ahttp://Ilmukomputer.Org
Bulan, S., & Zainiyati, H. S. (2020). Pembelajaran Online Berbasis
Media Google
Formulir Dalam Tanggap Work From Home Masa Pandemi Covid-19 Di
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (Min) 1 Paser. Syamil Jurnal Pendidikan
Agama
Islam, 8.
Hakim, A. B. (2016). Efektifitas Penggunaan E-Learning Moodle , Google
Classroom
Dan Edmodo. 2, 1–6.
Handayani, T., Khasanah, H. N., Yosintha, R., Tidar, U., Artikel, H.,
Tegalarum, D., &
Tegalarum, D. (2020). Pendampingan Belajar Di Rumah Bagi Peserta Didik
Sekolah Dasar Terdampak Covid-19. Abdipraja : Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 1(1), 107–115.
Isman, M. (2017). Pembelajaran Moda Dalam Jaringan (Moda Daring). The
Progressive
And Fun Education Seminar, 586–588.
Mastur, M., Afifulloh, M., & Dina, L. N. A. B. (2002). Upaya Guru
Dalam
Melaksanakan Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Jpmi :
Jurnal
Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 2(3), 72–81.
Mirzon Daheri, Juliana, Deriwanto, A. D. A. (2020). Efektifitas
Whatsapp Sebagai
Media Belajar Daring. Jurnal Basicedu, 3(2), 524–532.
Komentar
Posting Komentar