“Aku Perempuan yang Tidak Murah”

 

“Aku Perempuan yang Tidak Murah”

Aku perempuan yang tidak murah,
hatiku tidak bisa dibeli dengan suara keras,
tubuhku bukan tempat istirahat lelah—
ia rumah semesta, dijaga semesta.

Aku melangkah dengan hak ku,
pakai parfum aura dan doa ibu.
Aku bukan bintang jatuh,
aku adalah galaksi yang memilih pada siapa aku bersinar utuh.

Jangan jamah tanganku kalau hatimu belum siap memegang harap,
jangan dekatkan egomu padaku jika tak bisa diam di dalam tenang.
Karena aku bukan pangkuan untuk pelarian,
aku pelukan untuk yang tahu jalan pulang.

Kuku dipoles bukan hanya untuk cantik,
tapi untuk ingat siapa yang kupecahkan dulu waktu aku bangkit.
Lipstikku merah, bukan sekadar warna,
tapi nyala dari luka yang sudah jadi cerita.

Aku tak akan minta dimengerti oleh yang belum selesai sendiri.
Aku tak akan lembut demi dipuji.
Aku sudah cukup lengkap, tanpa perlu dilengkapi.

Jadi jika aku memilih diam,
itu bukan kalah—
itu aku sedang menunggu semesta selesai mengatur jalanku.

Aku perempuan yang tidak murah.
Dan itu bukan sombong. Itu sadar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aura Mahal "Aku, Aura yang Tak Dijual"