Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Perempuan & Luka yang Bertumbuh "Perempuan yang Pernah Patah"

  Perempuan & Luka yang Bertumbuh "Perempuan yang Pernah Patah" Aku pernah retak, tapi tidak hancur pernah jatuh, tapi tak tinggal di tanah pernah dicintai setengah mati lalu hidup penuh. Aku perempuan yang memeluk lukanya sendiri menenun tangis menjadi tenang menyulap gelap jadi pendar dan hari ini, aku tak ingin sembuh aku ingin utuh.

Aura Mahal "Aku, Aura yang Tak Dijual"

  Aura Mahal "Aku, Aura yang Tak Dijual" Aku bukan sekadar nama aku gema dari doa yang dijaga langkahku berdenting seperti emas diamku berbicara dalam bahasa mewah. Aku berdiri, bukan untuk dilihat tapi untuk diingat karena auraku bukan pemberian tapi hasil dari luka yang tak kubiarkan sia-sia.

“Aku Perempuan yang Tidak Murah”

  “Aku Perempuan yang Tidak Murah” Aku perempuan yang tidak murah, hatiku tidak bisa dibeli dengan suara keras, tubuhku bukan tempat istirahat lelah— ia rumah semesta, dijaga semesta. Aku melangkah dengan hak ku, pakai parfum aura dan doa ibu. Aku bukan bintang jatuh, aku adalah galaksi yang memilih pada siapa aku bersinar utuh. Jangan jamah tanganku kalau hatimu belum siap memegang harap, jangan dekatkan egomu padaku jika tak bisa diam di dalam tenang. Karena aku bukan pangkuan untuk pelarian, aku pelukan untuk yang tahu jalan pulang. Kuku dipoles bukan hanya untuk cantik, tapi untuk ingat siapa yang kupecahkan dulu waktu aku bangkit. Lipstikku merah, bukan sekadar warna, tapi nyala dari luka yang sudah jadi cerita. Aku tak akan minta dimengerti oleh yang belum selesai sendiri. Aku tak akan lembut demi dipuji. Aku sudah cukup lengkap, tanpa perlu dilengkapi. Jadi jika aku memilih diam, itu bukan kalah— itu aku sedang menunggu semesta selesai mengatur jalanku....